Aku tidak pernah tahu mengapa
Matahari selalu terbit di ufuk timur
Dan tak tahu mengapa
Hati ini selalu bahagia saat melihatmu
Senyummu, candamu, dan tawamu
Bagaikan seorang sahabat yang akan
Selalu menemaniku setiap saat
Di kala duka dan suka menghampiriku
Aku selalu bertanya pada bulan
Mengapa dia menyukai gelap malam
Namun dia hanya diam di tengah kelam
Dengan senyumnya yang makin muram
Berulangkali aku mengulurkan tanganku
Untuk menggandeng tangan seorang sahabat
Namun selalu kau pergi dan menghilang
Tanpa jawaban dan senyuman
Namun sekali lagi aku bernyanyi untukmu
Dengan lagu manis dari jiwaku
Mengulurkan tanganku kepadamu
Sahabat, apakah jawabmu?
--- holy vink ---
Tuesday, 11 August 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment